Vaksinasi DPT 1

*** Not related with computer virus ! ***

Pagi tadi Devlin (bayi kami) genap berumur 2 bulan. Karenanya kami (saya dan istri) membawanya ke dokter anak untuk diberikan vaksinasi (lihat info tentang vaksinasi di wikipedia.org).

(Untuk yang belum tahu apa itu DPT silahkan lihat link tambahan tentang Vaksinasi, Difteri dan Pertussis berikut)

Kami pergi pagi-pagi, tetapi ternyata kurang pagi, karena dibuku pendaftaran sudah ada 27 anak yang telah mendaftar (err, maksudnya nama anak yang didaftarkan orang tuanya). Jadi menunggu sekitar setengah jam. Sambil menunggu, sempat makan dulu lontong sayur.

Sewaktu akhirnya masuk ke ruang praktek diukur terlebih dahulu. Beratnya 5.2 kg dan tingginya 57cm. Wah, gak sadar, tinggi juga ya. Lalu akhirnya setelah mengutarakan maksudnya, dokter mengeluarkan suntikan dan sebuah tabung yang berisi vaksin. Kemudian disuntikan ke paha sebelah kanan.

Begitu disuntik, Devlin tampak kesakitan (sambil dengan wajah sedih, menangis sekeras-kerasnya). Tetapi tidak lama, setelah sekitar 2 atau 3 menit dibujuk, akhirnya tertidur kembali.

Berikut yang perlu diketahui dan dipersiapkan untuk imunisasi anak :
1. Pastikan dokter dapat memberikan vaksin yang dibutuhkan.
Pengalaman dari vaksinasi pada bulan pertama, terpaksa dilakukan dirumah sakit, karena pada hari tersebut tidak tersedia vaksin yang dimaksud.
2. Usahakan kondisi bayi dalam keadaan sehat sewaktu divaksinasi.
Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kondisi bayi sebelum diberi vaksin.
3. Guna memastikan vaksin bekerja, tunggu 1 jam sebelum memberikan ASI.
Karenanya lebih baik berikan ASI sebelum pergi. Sehingga bayi tidak rewel, karena kehausan sewaktu pulang.
4. Jangan segera panik jika bayi Anda memperlihatkan tanda-tanda umum (panas yang meninggi dalam ukuran yang masih wajar dsb).
Umumnya itu normal, karena sedang terjadi pembentukan daya tahan tubuh si Bayi.

Technorati Tags : , , , ,

About these ads

5 Responses

  1. Putra kami baru dapat DTP pertama sewaktu usia 3 bln. Kemudian usia 5 bln dan terakhir insya Allah usia 1 tahun nanti.

    http://bangalip.mnots.com/0501/2005/09/19/aku-tambah-besar/

    Kata ibu perawat (di sini vaksinasi hanya dilakukan di puskesmas dan oleh perawat, bukan oleh dokter) biasanya vaksinasi kedua anak akan lebih rewel dan demam/panas dari vaksinasi yang pertama. Tapi alhamdulillah, dua kali vaksinasi ini tidak membuat putra kami rewel atau panas/demam sama sekali.

    Mudah2an Devlin juga ga demam dan rewel ya!

  2. jangan lupa, ntar pagi polio massal :)

    *benerkan sekarang 30/11/2005?*

  3. Bang MDAMT, terima kasih infonya. Memang kalau tidak salah ada beberapa dokter yg beda2 soal mana dulu yang akan divaksin.
    Terima kasih atas infonya.
    Ditawari juga versi vaksin yang tanpa panas, tetepi ada perbedaan harga. Nanti coba lihat, yg kedua atau ketiga, perlu pakai itu atau tidak.

    Bang Firman, sempat konsultasi juga ke dokter, gak apa2 kok ikut lagi vaksinasi volio masal.

  4. pernah ketika anakku Zalfa umur 2 bulan divaksi DPT, namun kita harus selalu tanggap karena sikecil pasti akan rewel demam dan merasa tidak enak badan, saran saya berikanlah ASI segera apabila suhu badan bayi meningkat. terbukti ASI sangat baik untuk anak saya, sampai umur 9 bulan anak saya masih diberi ASI., alhamdulilah sehat wal afiat.

  5. dok,saya rio,saya mau tanya,jarak berapa bulan vaksinasi tu exp?mkasih dok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers

%d bloggers like this: