Digitalisasi Pertunjukan Wayang ?

Dapat link dari Ronny tentang digitalisasi pertunjukan wayang.

Selaku orang sunda, wayang yang biasa dilihat adalah wayang golek. Berbeda dengan wayang kulit (2 dimensi), wayang golek mempergunakan boneka (3 dimensi). Jadi secara pribadi, saya kurang menikmati asiknya menonton wayang kulit (atau bayangannya).

Tapi paling-paling saya mendengarkan suara sang dalang (asal bukan bahasa jawa), yang menemani tidur dikala malam (dulu sekali, kalau tidak salah, radio Dahlia Bandung memutar kaset wayang sampai lewat tengah malam)
Demikian juga sewaktu malam tahun baruan, yang umumnya menampilkan wayang, terpaksa saya dengar, sambil tidur2an.
(Buat saya itu cukup. Jadi jika ada mp3nya, itu sudah cukup bagi saya).

Yang tidak bisa tergantikan adalah kreatifitas dalangnya. Dulu di TVRI(?) Asep Sunandar Sunarya (ASS) pernah membuat kreasi baru dengan menampilkan cepot yang bisa memuntahkan mie, dst. Tidak lupa juga celetukan-celetukan yang dilontarkan.
Sampai2 ASS pernah diprotes beberapa orang, karena membuat “resep dan penyajian” sendiri.

Semoga dengan digitalisasinya pertunjukan/rekaman wayang, bisa menambah pengenalan budaya sendiri.

6 Responses

  1. digitalisasi pertunjukan wayang yg dimaksud disini itu apa sama dng Interactive Puppet project dari Korea? Soalnya di atas gak ada linknya sih.

    http://www.suzung.com/wayang/main.htm

    kalo iya, sayang aja, knp yg bikin malah bukan dari negara kita sendiri…

  2. cosa : betul, memang dari blognya Mas Ronny. Iya memang sayang.
    Tapi begitulah efek globalisasi. Tapi terlepas dari rasa kebangsaan, saya melihat dari sudut pandang warisan, sepanjang warisan itu bisa berlanjut, tidak peduli siapapun, bisa meneruskannya.
    Asalah tetap saja dipertahankan, bahwa wayang golek dan kulit itu asalnya dari Indonesia.
    Kan cerita2 perwayangan kita juga asalnya dari India (kecuali wayang purwa dan penambahan tokoh punakawan).

  3. digitasi wayang … hmmm …. menarik juga ! tapi kayaknya bakalan lebih milih wayang tradisional deh. soalnya …. gimana gitu, udah cinta kaleeee !
    btw, urang sunda ? ti mana ? nepangkeun ah … kuncen ….

  4. Mau tradisional, mau digital, wayang itu jelas-jelas nggak orisinal. Bagaimana mau dibilang orisinal, kalau nenek moyang kita cuma jiplak dari nenek moyangnya Sarukh Khan….🙂 Emang sih, beda-beda dikit, tapi tetep aja jiplak…

    Kalau nenek moyang kita saja sudah hobi main jiplak, mungkin saja ini sebabnya orang Indonesia sekarang banyak yang lebih suka jiplak cerita orang daripada bikin cerita orisinil. Liat aja banyak sinetron2 Indonesia yang jiplak abis sinetron Taiwan / Korea. Ini mungkin lo…..

    Hehehe …….

  5. which health insurance providers offer infertlity coverage

    towns ascertains immerse seasons privations

  6. nfl bookie odds

    newsstand,Blatz budding?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: