Positif dan negatif

Positif – negatif – positif – negatif …
Bukan, ini bukan tentang posting test kehamilan.
Pernahkah kita menghitung berapa kali kita “berpikir/bertingkah” positif dan negatif setiap harinya?

Sedikit renungan setelah beberapa kejadian belakangan ini.
Umumnya (lepas dari kaidah EYD) kata positif dan negatif digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan yang biasanya bernada “bagus” atau “buruk”.

Misalnya, pernah suatu kesempatan menumpang mobil, dengan tujuan ke Ciwalk. Ada segerombolan pejalan kaki yang memakan jalan raya, yang mengakibatkan kemacetan di jalan Cihampleas menuju Ciwalk. Terjadi percakapan berikut.

X : “wah, para pejalan kaki ini gimana sih, kok gak bener. Tahu macet, malah bikin macet”.
Y : “Iya nih, bikin bikin macet aja. Bukannya minggir. Apa gak tahu jalan tambah macet”.
(2 kali komentar negatif )

Z : “wah, kasihan ya mereka”.
X,Y : “Lho ? Kok kasihan”.
Z : “Iya kasihan mereka. Mereka kan tampak terburu-buru. Mungkin mereka sedang ditunggu bisnya. Sayang ya jadi gak bisa menikmati suasana Cihampelas ini”.
(1 kali komentar positif )

Banyak kejadian, kita bisa lihat sisi positip dan negatifnya. Seringkali kita hanya :
1. lebih cepat mengkritik daripada menyarankan/memberi solusi
2. lebih cepat menggerutu daripada mensyukuri
3. lebih sering melihat sisi buruk daripada baiknya.

Coba bayangkan garis bilangan yang pernah kita pelajari di sekolah dasar.


--------------------------
... -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 ...

Analoginya, semakin banyak ditambahi komentar negatif, akan menyebabkan sesuatu semakin menjauhi titik nol ke arah kiri. Sebaliknya komentar positif akan menyebabkannya menuju titik 0 dan/atau membesar.
Jadi jangan sangka 1 komentar positif kecil dari kita tidak ada pengaruhnya. Dalam suatu situasi, malah 1 komentar positif , bisa bernilai 100x lipat, atau malah membuat keadaan berubah.

Apa yang bisa mulai kita lakukan untuk selalu berpikir positif ?
1. Tahan dan pikir ulang sebelum memberikan kritik negatif.
2. Cari sisi positip dari sesuatu hal.
3. Hendaknya kritik kita “positip” dan membangun
4. Jangan malu untuk “berbeda” dari orang lain dengan memberikan sudut pandang positip
5. Sebaiknya pikirkan tindakan aktif daripada hanya menyesali dan menyalahkan.

Semoga ini membuat diri kita menjadi lebih positif lagi.

“Untuk merubah dunia, mulailah dengan merubah diri kita”.

(lupa siapa yang bilang)

*Berharap postingan ini membuat orang lain menjadi lebih positif”

2 Responses

  1. Hampir serupa seperti Kebiasaan Pertama :
    “Proaktif vs Reaktif”
    🙂

  2. Kita liat saja praktiknya setiap hari pada diri atau lingkungan kita masing-masing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: