Penarikan Produk HIT – Mengesampingkan Nurani Dalam Bisnis

*Maaf, kalau komentarnya pedas. Pakai Aan!!!*

Sudah terima email/tahu berita tentang penarikan obat nyamuk HIT (aerosol dan cair) ?
Saya teringat adik saya yang mempergunakannya. Tapi yang jenis elektrik. Nanti akan saya cek mengandung diklorovos tidak. (Konon ada juga produk cair baru, yang ditempeli label kemasan baru, tidak mengandung zat ini).

Tapi yang ingin saya komentari :

Petugas Pengawas Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Lampung Anang Kusumobroto secara terpisah mengatakan, perusahaan produsen obat antinyamuk merek Hit itu sudah diperingatkan Departemen Pertanian sejak tahun 2003. Hal itu karena zat aktif diklorovos yang ada dalam obat antinyamuk itu memiliki efek samping menimbulkan kanker lambung dan hati.

(Kompas)

Diperingati dari 2003, baru diinspeksi dan ditindak sekarang (3 tahun?) ?
Maaf, tapi yang benar saja, peranan pihak pengawas tidak optimal ?

Sumber : suaramerdeka.com

Dalam pengakuannya, antara periode Mei 2004 – Mei 2006, Megasari telah memproduksi HIT 2,1A sebanyak 2.293 kg/l (99.000 pcs sudah didistribusikan, dan 149.200 pcs masih tersimpan di gudang). Pada periode yang sama juga telah diproduksi HIT 17L sebanyak 4.896.805 kg/l (143.000 pcs sudah didistribusikan, dan 260.900 pcs masih tersimpan di gudang.

Ahmad Bedah Istifari, General Affair PT Megasari Makmur, mengatakan pihaknya memahami dan siap mendukung kebijakan Komisi Pestisida Deptan. Tapi, lanjutnya, karena ini menyangkut nasib sekian karyawan dan kebutuhan konsumen, pihaknya minta diberi waktu untuk menyesuaikan. …’’

Dengan alasan nasib karyawan dan kebutuhan konsumen.
Mana ada konsumen yang mau beli racun (kecuali racun tikus kali ya …)
Tanyakan juga, perasaan para pegawai. Terbayang percakapan imajiner :
X (Tetangga/anak/famili) : Eh, kamu tuh kerja di pabrik hit ya ?
Y (Pegawai parbik hit) : eh, iya
X : beneran ditarik ?
Y : iya
X : Beneran beracun
Y : e ……
X : kok gak bilang2 ?
Y : e e e .

Kepada Tim Deptan, Direktur Megasari Fransisca F Hermanto, mengaku pihaknya masih memproduksi HIT 2,1A dan HIT 17L yang mengandung Diklorvos sampai Mei 2006. ’’Sambil menunggu izin formula baru, kami masih produksi keduanya sampai Mei 2006. Dalam pemahaman kami yang awam, sebelum izin baru keluar, kami masih boleh memproduksi formula lama. Apalagi untuk menemukan formula itu kan butuh waktu. Belum untuk mengurus izinnya,’’ ungkap Fransisca F Hermanto Direktur Megasari Makmur.

Orang awam macam apakah yang menjadi Direktur seperti itu …….. !!!!!! Orang awam macam mana pula yang tega menjual racun seperti itu.

MANA NURANI KALIAN ? Inikah cara kalian berbisnis ?

Apa yang bisa kita lakukan :
1. Stop penggunaan produk ini.
2. Cari alternatif – googling “tanaman pengusir nyamuk”.
3. Untuk pemakai, kembalikan saja produk ini. (Rasain lho!!!)
4. Ada yang mau koordinir nuntut mereka ?
5. Tanya tetangga/rekan kantor/relasi, apa masih pakai HIT ?

Untuk pihak pengawas (moga2 ada yang baca) jangan kecolongan sampai 2 tahun lebih dong. Bukankah ada pemeriksaan seperti “HASIL PENGUJIAN MUTU PESTISIDA TAHUN 2004 bulan Juli-Agustus ? Disana tidak ada versi cair dari HIT. Apakah itu tidak berkala ? Kok bisa kecolongan (detik – Uji Awal Hit Tak Ada Disklorovos)?

Bagi yang mau “curhat”, silahkan ke situsnya produsen barang ini.

Link terkait :
Kompas – Hit Masih Banyak Beredar di Bandar Lampung
Suara Merdeka – Deptan Inspeksi Mendadak Pabrik HIT

PS : Moga2 ini bukan sekedar konspirasi tertentu! Karena susah mencari data2 di situs deptan.go.id

Technorati : ,

19 Responses

  1. gue juga pake HIT elektrik nih. semalam lupa untuk liat komposisi produk ini.

    indon memang parah. pejabat yang mengawasi pasti korup tuh. kurang setoran, sekarang diblow-up.

  2. Parah bgt emang pemerintah kita, sudahlah waktu itu kasus formalin yang tak beres juga sampai sekarang, muncul pula kasus HIT ini. Kita selaku konsumen sangat dirugikan dan bisa-bisanya yang memproduksi HIT terus memproduksi tanpa memikirkan kalo yang dijual adalah racun.

    Pemerintah memang sangat lamban, mungkin gak di sogok duit kali makanya sekarang pemerintah baru mengeluarkan resmi larangan ini.

  3. 1. Kasus HIT itu mirip penampakan gunung es di lautan utk banyak kasus di negeri ini dari kasus formalin, flu burung, bencana gede-2-an, freeport, cepu sampai ribuan trilyun uang hilang di negeri ini dengan sejuta alasan yang intinya cuma negeri ini diperintah oleh orang-orang yang tidak amanah, yang tidak takut pada Tuhan dan yang takut cuma pada tekanan “SETAN BESAR”
    2. Pemerintahnya parah, rakyat tak berdaya, demoralisasi terjadi di mana-mana.
    3 Jadi tidak aneh kalau Direktur Megasari Makmur produsen HIT tetap produksi “RACUN utk rakyat” sampai muncul larangan tegas “yang berwenang” (menjadi tegas jk tak dapat sogok? Ide bagus nih, larangan menjadi kaya buat pejabat publik agar mereka jadi tegas dan jujur. Mirip-2 yg dilakukan nabi dan ketiga sahabat utamanya Abu Bakar, Umar dan Ali).
    4. Bagaimana peran orang “baik-baik” di negeri ini? Masih cerai-berai dan tidur dipangkuan pasangannya?
    5. Mulailah dengan meng-“HIT” HIT di pengadilan dalam “Class action”, selanjutnya “HIT” pula kesesatan-2 di negeri ini dalam “KEANGGUNNAN” dalam kebersamaan “the good people”

  4. #3 – ide nomor 5 itu bagus juga; pertama bisa jadi shock therapy untuk produsen2 kejam lainnya, kedua bisa jadi sumber pemasukan cukup besar bagi kantor pengacara yang menanganinya.🙂 mudah-mudahan ada yang tertarik untuk follow-up ?

  5. iya tuh, dirumah juga pake hit electric…ada kejelasan lebih lanjut gak ya?

  6. Saya menganggap penarikan produk HIT tersebut lebih bernuansa politis. Terus terang, di masyarakat, HIT telah mendominasi penjualan. Banyak masyarakat yang telah memercayai dan setia menggunakannya. Menurut mereka, HIT memang ampuh dibanding obat antinyamuk atau antiserangga lainnya.
    Memang, pada awal HIT dipasarkan, produk tersebut tidak begitu laku karena masyarakat belum mengenalnya dan belum terbukti keampuhannya. Setelah masa-masa promosi dilalui, banyak warga yang setia mengonsumsinya.
    Karena laris itu, mungkin produk lain yang mempunyai merek besar dan sebelumnya mendominasi pasar merasa tersaingi. Merek-merek tersebut mulai ditinggalkan customer-nya karena dirasa kurang ampuh dibandingkan HIT.
    Namun, yang mengeluarkan keputusan tersebut adalah Departemen Pertania. Mereka menyatakan bahwa obat antinyamuk HIT mengandung racun. Manusia bisa terserang racun itu karena menghirupnya.
    Akhirnya, produksi HIT harus dihentikan dan peredarannya harus ditarik dari pasaran. Departemen Pertanian sebenarnya telah mengeluarkan keputusan itu pada 2003. Namun, HIT tetap berproduksi dan beredar di masyarakat. Lalu, baru sekarang keputusan itu dipertegas lagi.
    Pertanyaannya, mengapa keputusan itu tidak tegas berlaku sejak dikeluarkan pada 200 lalu? Mengapa ada toleransi waktu tiga tahun? Kalau memang alasannya adalah untuk penelitian dan pengujian lebih mendalam, mengapa keputusan telah dikeluarkan? Apakah keputusan tersebut dikeluarkan dulu sebelum dilakukan penelitian terhadap produk itu?
    Di sinilah nuansa politis tersebut terlihat. Sebuah keputusan dibuat beserta sanksi-sanksinya. Sanksi tersebut akan berlaku jika keputusan dilanggar. Mengacu pada keptusan Deptan pada 2003 tersebut, berarti HIT telah melanggar. Sebab, begitu keputusan tersebut dikeluarkan, mereka tetap berproduksi. Namun, mengapa sanksi tersebut tidak diberlakukan? Misalnya, langsung mencabut izin produksinya dan membekukan aset2nya. Jika masih ada yang berkegiatan produksi, itu dianggap ilegal. Jadi, melanggar keputusan itu merupakan tindak pidana.

  7. Gue menanggapi kondisi HIT adalah :
    1. Adanya suatu skenario Perang Produk yg Culas, dimana saat tahun 2003 lalu produk HIT masih kalah bersaing & hanya diperingtkan oleh pihak Deptan.Lamban laun HIT mulai diperhitungkan oleh pesaingnya dan pasti anda tahu sendiri begitu HIT naik daun langsung dibantai oleh Pesaingnya.
    2. Deptan dapat duit dari pesaingnya atau setorannya kurang sehingga langsung di ekpose luas.
    3. Wallahu a’lam bisowab

  8. Adakah yang lebih murah dari HIT? Ada…. Tali rafia…. buat bunuh diri. Make HIT terus berarti bunuh diri pelan-pelan… ada yang lebih cepat… ya pake yang di atas tadi….😀

  9. Mbak Pipit terus aja dikomentarin … tambah pedas tambah lebih baik, jadi produk saya yang menjadi kompetitor utamanya tambah laku keras di pasaran. makasih mba Pipit.

  10. eh eh udah liat iklannya “force magic” blom?… hihihihi.. pinter banget tuh yang bikin iklan, pas banget sama sikonnya.. walopun gambar obat nyamuknya (baca: HIT) di itemin tapi tetep orang pasti langsung ngeh kalo yang dimaksud tuh si HIT, nyodok banget iklannya..

    btw, di keluarga saya dulu penggemar HIT, skrg pake Vape/Baygon, mau nyoba yg elektrik🙂

  11. Pujiono, Oon : Katanya yg electrik sih tidak mengandung. Yg dilarang yg cair aja kan.

    Yana Sunarya : Pertama2 saya bukan Mbak🙂. Kalau produk Anda seperti itupun, akan saya perlakukan sama..

  12. Perusahaan Produsen HIT emang udah parah banget and udah lama ngeracunin kita semua.Buat informasi semua, HIT itu di produksi pake uang jual beli barang kuno ilegal oleh orang Jerman,gw punya bukti

  13. guys sy bs mnta tolong ga… saat ini sy disuruh ama dosen cara Hits yg terbaru dengan data magic force mereka saat persaingan dalam iklan juga tetapi sy bagaimana Hits melakukan persaingan yang selama ini udah jatuh banget? sy jg mau minta tolong kl ada data Hits dan force magic thanks bgt…..

  14. sama…sy juga nih, ada gak data komposisi HIT yang baru dan yang lama???

  15. i would like to camplain about this site because i can’t find the notes that i want.
    it is like cheating everyone who comes to this website.

  16. ni ish! saya sudah bosan deangan kau lah shina bukan ke kamu kata kamu akan hantar emel.

    Kau ni sombong ah!

  17. i don’ t understand anything that is on this website.

    why can’t u guys translate it to english!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: