Tanggapan Nutricia Soal Unsur Transgenik

Berikut ini adalah tanggapan nutricia tentang Nutrilon Soya yang dikabarkan mengandung unsur trangsgenik.

Silahkan email mereka di presidentdirector@nutricia.com atau careline@nutricia.com atau via websitenya untuk info lebih lanjut.

Tapi (menurut saya sih) tampaknya mereka lebih memilih untuk mendiamkan saja.

Jadi kita tunggu saja apa hasil test Badan POM, yang konon akan mengadakan uji coba.


Thank you for contacting Nutricia and for visiting our website.
Nutrilon Soya is officially registered at the authorized Indonesian body
(BPOM). The fact that Nutrilon Soya is registered, means that the product
has met the required health standards as determined by the Government. It is
our policy to be fully transparant about our products and its ingredients.
We have controls in place in our company to ensure that our products conform
to all applicable laws in Indonesia. Next to this, our product are in line
with European standards. As you may know, Europe has currently the most
strict regulation on GMO in place.

We can’t speak on behalf of YLKI or SCTV with regards to their laboratorium
results. However, different methodologies and data used could possibly lead
to different interpretations. As you have seen on our website, all Nutricia
products, including Nutrilon Soya do no use GMO ingredients and it is our
policy to place stringent controls on raw materials, production, storage and
distribution in order to ensure that our products reached consumer hand in
the highest quality possible.

With best regards,

Rob Versloot

Advertisements

Simpang Siur Informasi Transgenik – Nutrilon Soya

Sebuah SMS masuk ke hp istri saya : “lihat SCTV, ada info Nutrilon Soya (NS) itu ada unsur transgenik, jangan dimakan”. Info ini cukup mengagetkan. Apalagi memang si kecil diberi susu (kedelai) itu, karena tampaknya ada alergi dengan susu biasa.
Untuk sementara penggunaan susu itu distop.

Saya tidak memiliki kemampuan untuk menilai langsung bahaya atau tidaknya produk2 transgenik.
Silahkan saja rekan2 yang memiliki bidang ini membuat blognya saja.
Tapi saya ingin menceritakan tentang pengalaman saya mencari tahu apakah produk NS ini mempergunakan bahan yang transgenik.

Baca seterusnya …

Ke Studio Foto Dengan Sikecil.

Sementara sore kemarin para gajah Bandung bergelap2an ria di BIP, saya dan keluarga pergi ke studio foto JONAS. Dari minggu lalu sudah rencana sih, apalagi mengingat Devlin sudah 6 bulan lebih. Malah tadinya minggu ini mau memendekkan rambutnya. Tapi jadi tertunda, karena belum ada arsip2 foto.

Suasana studio JONAS sedikit lenggang. Jauh berbeda ketika minggu lalu Istri saya datang (mungkin hari libur juga, jadi banyak yang foto). Untuk foto sendiri, biayanya Rp. 5.000 10.000/buah.
Sedangkan foto keluarga, dihitung perorang/lembar. Jadi kalau bersama ayah dan ibunya, jadi 15 ribu rupiah.

Bicara biaya, berbeda dengan PAPYRUS, di Bengawan, depan sekolahan St. Maria I. (karena waktu itu Jonas penuh, maka sikecil berfoto ria disini). Satu paket dikenakan biaya Rp. 50.000, dengan 3 buah hasil yang dicetak berukuran 4R. Dan 3 buah foto ini sudah diretouch (diberi border lucu). Tapi, tidak diperbolehkan ganti baju. Kalau ganti baju, dianggap ganti paket.

Dikedua studio ini hasil2 foto akan kita dapatkan dalam bentuk cd, termasuk yang tidak ikut dicetak. Kan sekarang pakai kamera digital, sehingga mengurangi biaya film.
(Terima kasih kepada teknologi ….. !)

Tapi bandingkan SERUNI (depan BIP). Pengalaman seorang teman, dengan biaya paket 40.000, hanya mendapatkan 1 buah foto (ukurannya cukup besar 8R), tapi hanya mendapatkan 1 cd berisi 1 gambar tadi (yang lainnya tidak diberikan). Entah salah paket, atau memang biasanya tidak diberikan.

Adapula Little Step (dekat lapan gelora, Jl. Banda). Tapi belum pernah mencoba.

Eh, kok jadi promosi ya …. Saya bukan karyawan mereka lho …. 🙂

Kembali ke pemotretan. Waktu pemotretan, ada sedikit kendala, perhatian terbagi pada banyaknya mainan yang ada, sehingga kurang muncul ekpresi kegembiraan yang alami.
Maka akhirnya segala cara dicoba untuk memancing ketawanya. Menyanyikan lagu kesukaanya, bersuara heboh untuk memancingnya menjerit. Bahkan mengayun-ngayunkannya keatas, yang biasanya membuat dia tertawa. Pokoknya heboh deh …..

Pertamanya foto bertiga dahulu. Lalu dilanjutkan sikecil sendirian.
Dimulai dengan duduk dikursi bayi (ada penahan, sehingga tidak terjatuh).
Lalu duduk dikursi Pooh, dengan latar belakang tembok Tiger (ini harus dipegangi dari samping, karena tidak ada penahan).
Posisi sedang diangkat, diayun2kan keatas.
Posisi tertelungkup.
Akhirnya selesai juga (dengan lengan yang pegal kerena mengayun2)

Terima kasih kepada fotographer Jonas yang telah dengan sabar dan berbaik hati selama proses pemotretan. Sayang gak ketemu Tante Jonas, yang dulu pernah tertawa lihat2 foto bayi saya 😛

Berikut ini yang perlu diperhatikan untuk mengajak sikecil berfoto ria.

1. Pilih waktu yang cocok, saat sikecil dalam keadaan prima
Hindari waktu2 sikecil mengantuk, rewel dsb.
Sehingga bisa mendapatkan momen yang diharapkan.

2. Pilih hari yang cocok untuk ke studio foto
Jangan hari libur, ataupun bareng wisudaan. Apalagi kalau studio fotonya terkenal.
Dibutuhkan waktu lebih lama untuk menunggu sikecil berekpresi.

3. Bawa mainan sendiri
Jangan mengandalkan milik studio. Karena bisa jadi tidak dikenal, atau malah tidak tersedia.

4. Bawa baju ganti beberapa buah.
Persiapkan beberapa buah baju, dengan model dan warna-warni.
Sehingga ada pilihan untuk variasi warna, dan bisa mencocokan dengan latar dan situasi yang tersedia.
(Termasuk orang tua jika ingin berfoto bersama)

5. Diskusikanlah dengan sang fotographer, posisi dan gaya yang diinginkan.
Dan bantulah untuk membuat si kecil berekspresi.
(Usahakanlah supaya ketawa, senyum manis, meringis, melotot etc …).

Untuk foto2 anak saya, masih mempertimbangkan untuk diupload atau tidak.
Ada saran ?

Lirik Lagu Aku Anak Sehat

Tiba tiba saja teringat sewaktu bermain-main dengan sikecil.
Hasil doktrinasi waktu dulu kayaknya …. 8P

Cuma waktu2 nyari lirik lengkapnya via Om Google gak ada ya ?
Ah seingatnya saja deh.

Aku Anak Sehat

Aku anak sehat
Tubuhku kuat
Karena ibuku
Rajin dan cermat

Semasa aku bayi
Selalu di beri asi
Makanan bergizi
Dan imunisasi

Berat badanku ditimbang selalu
Pos Yandu menunggu setiap waktu

Bila aku diare
Ibu selalu waspada
Pertolongan oralit
Selalu siap sedia

catatan : Kalau ada yang salah, mohon koreksinya.

Vaksinasi DPT 1

*** Not related with computer virus ! ***

Pagi tadi Devlin (bayi kami) genap berumur 2 bulan. Karenanya kami (saya dan istri) membawanya ke dokter anak untuk diberikan vaksinasi (lihat info tentang vaksinasi di wikipedia.org).

(Untuk yang belum tahu apa itu DPT silahkan lihat link tambahan tentang Vaksinasi, Difteri dan Pertussis berikut)

Kami pergi pagi-pagi, tetapi ternyata kurang pagi, karena dibuku pendaftaran sudah ada 27 anak yang telah mendaftar (err, maksudnya nama anak yang didaftarkan orang tuanya). Jadi menunggu sekitar setengah jam. Sambil menunggu, sempat makan dulu lontong sayur.

Sewaktu akhirnya masuk ke ruang praktek diukur terlebih dahulu. Beratnya 5.2 kg dan tingginya 57cm. Wah, gak sadar, tinggi juga ya. Lalu akhirnya setelah mengutarakan maksudnya, dokter mengeluarkan suntikan dan sebuah tabung yang berisi vaksin. Kemudian disuntikan ke paha sebelah kanan.

Begitu disuntik, Devlin tampak kesakitan (sambil dengan wajah sedih, menangis sekeras-kerasnya). Tetapi tidak lama, setelah sekitar 2 atau 3 menit dibujuk, akhirnya tertidur kembali.

Berikut yang perlu diketahui dan dipersiapkan untuk imunisasi anak :
1. Pastikan dokter dapat memberikan vaksin yang dibutuhkan.
Pengalaman dari vaksinasi pada bulan pertama, terpaksa dilakukan dirumah sakit, karena pada hari tersebut tidak tersedia vaksin yang dimaksud.
2. Usahakan kondisi bayi dalam keadaan sehat sewaktu divaksinasi.
Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kondisi bayi sebelum diberi vaksin.
3. Guna memastikan vaksin bekerja, tunggu 1 jam sebelum memberikan ASI.
Karenanya lebih baik berikan ASI sebelum pergi. Sehingga bayi tidak rewel, karena kehausan sewaktu pulang.
4. Jangan segera panik jika bayi Anda memperlihatkan tanda-tanda umum (panas yang meninggi dalam ukuran yang masih wajar dsb).
Umumnya itu normal, karena sedang terjadi pembentukan daya tahan tubuh si Bayi.

Technorati Tags : , , , ,